
Kehadiran 105.000 unit armada niaga Tata Yodha dan Mahindra Scorpio yang tangguh dan mewah ini diharapkan menjadi tulang punggung bagi KDKMP dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Dengan spesifikasi mesin yang bertenaga dan daya angkut besar, pendistribusian pangan dari sentra produksi ke pasar dijamin akan berjalan lebih efektif dan efisien seusai seluruh armada ini resmi beroperasi di lapangan.
Tata Yodha hadir dengan julukan “Warrior” yang merepresentasikan kemampuannya dalam menghadapi beban kerja berat di sektor logistik pedesaan hingga konstruksi. Kendaraan niaga ringan ini dibekali mesin Diesel 2.2L 4-silinder turbocharged VARICOR intercooler (BS6) yang mampu menyemburkan tenaga hingga 100 HP dan torsi puncak 250 Nm.
Pikap ini menawarkan fleksibilitas tinggi melalui varian Yodha 2.0 yang memiliki kapasitas muatan (payload) mencapai 2 ton dengan berat kotor kendaraan (GVW) 3.890 kg. Seusai menjalani pengujian, Tata Yodha terbukti andal di tanjakan dengan kemampuan kemiringan 34-40 persen, serta didukung fitur eco mode untuk efisiensi bahan bakar yang lebih optimal.
Di sisi lain, Mahindra Scorpio pick-up dipilih karena keunggulan struktur ladder-frame yang sangat kokoh, menjadikannya pilihan ideal untuk operasional di kawasan perkebunan dan pertambangan. Dapur pacunya mengandalkan mesin Diesel 2.2L mHawk turbo intercooler (Euro 4) yang menghasilkan tenaga lebih besar yakni 140 PS dan torsi maksimal 320 Nm.
Berbeda dengan pesaingnya, Mahindra membekali armada ini dengan transmisi manual 6-percepatan dan opsi penggerak 4WD yang dilengkapi crawl mode. Kapasitas tariknya pun cukup mengesankan dengan batas maksimum 2.500 kg, serta telah menggunakan ban tipe Mud Terrain (MT) ukuran 245/75 R16 yang siap melibas jalur berlumpur.
Dari sisi kenyamanan dan keamanan, Mahindra Scorpio membawa fitur yang tergolong mewah di kelasnya, seperti cruise control pada setir, dual airbag, hingga sistem pengereman ABS. Sementara Tata Yodha menawarkan biaya operasional rendah dengan interval ganti oli setiap 20.000 km dan garansi jangka panjang hingga 3 tahun atau 300.000 km.